Usaha Alumni Agar Adik Tingkatnya Tidak Cuti Kuliah



Pada tanggal 2 November 2017, HALIF (Himpunan Alumni Informatika) Sekolah Tinggi Teknologi Garut mulai mewujudkan niatnya untuk membantu adik tingkatnya, dengan menyediakan dana pinjaman bagi mahasiswa agar dapat mengikuti UTS (Ujian Tengah Semester). Bantuan tersebut dalam bentuk pinjaman selama maksimum dua bulan, diberikan kepada mahasiswa dengan syarat IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) di atas 2,75, tidak mengambil matakuliah ke bawah karena tidak lulus, serta memiliki tunggakan uang kuliah sehingga tidak dapat mengikuti UTS. 

Hingga hari ini, dana sumbangan alumni yang terkumpul di HALIF adalah sebesar Rp. 2,470,000 yang berasal dari 42 orang alumni. Untuk memaksimalkan bantuannya, HALIF mengalokasikan semua dana untuk membantu mahasiswa yang terhambat syarat biaya pendaftaran UTS. Berdasarkan data dari biro keuangan Sekolah Tinggi Teknologi Garut, terdapat 41 orang mahasiswa yang terancam tidak dapat mengikuti UTS dan cuti karena belum memenuhi syarat pembayaran uang kuliah minimum. Total pembayaran uang kuliah minimum yang harus dibayarkannya adalah sekitar Rp. 37,331,600.

Hanya 20 orang mahasiswa saja yang memenuhi syarat bantuan HALIF. Total dana yang dibutuhkan untuk membantu semua mahasiswa tersebut adalah sekitar Rp. 17,864,000, berarti terdapat kekurangan sekitar Rp. 15,394,000. HALIF tidak dapat memenuhi kekurangan tersebut karena keterbatasan dana sumbangan dari alumni. Karena keterbatasan tersebut, penerima manfaat bantuan tersebut hanya dua orang mahasiswa dengan total bantuan sebesar Rp. 1,775,000. Sisa dana yang tidak terserap sebesar Rp. 695,000. Walau demikian HALIF bersyukur karena telah berusaha sebisanya membantu adik tingkatnya. 

Dana bantuan tersebut diserahkan HALIF melalui Leni Fitriani - bendahara Komite HALIF kepada Rinda Cahyana - ketua prodi Informatika. Selanjutnya staf prodi menyerahkan dana pinjamannya kepada mahasiswa yang meminjam di kantor prodi Informatika Sekolah Tinggi Teknologi Garut.  

Bagian kemahasiswaan pada hari yang sama kedatangan sejumlah mahasiswa informatika yang menyatakan ingin memanfaatkan dana tersebut. Dijelaskan kepada mereka bahwa dana yang tersedia dari HALIF tidak cukup untuk membantu semuanya. Dan pada hari yang sama pula Ketua prodi Informatika kedatangan ketua Himpunan Mahasiswa Informatika Sekolah Tinggi Teknologi Garut yang siap membantu prodi mengajukan bantuan kepada HALIF dan mengurus seleksi mahasiswa pengajunya. Ketua prodi Informatika menjelaskan bahwa bantuan pinjaman dana tersebut bukan hanya dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa saja, tetapi juga oleh Himpunan Mahasiswa Informatika, dan pelaksana program Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat.

Semoga saja ke depannya ada donatur yang mau membantu, atau ada partisipasi dari alumni lainnya. Masih ada beberapa angkatan alumni yang belum bergabung dengan HALIF, mungkin karena belum mengetahui adanya HALIF dan kemanfaatannya. Semoga ke depan HALIF benar-benar menjadi medium alumni Informatika Sekolah Tinggi Teknologi Garut untuk menjalin komunikasi dan kerja sama, beribadah dan berbisnis, dalam kaitannya dengan almamater, dan masyarakat umum, dan jejaring bisnis alumni. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bantuan Dana HALIF yang Pertama

Pembicaraan Pembentukan Himpunan